Presiden Joko Widodo Lebih Berhasil Jadi Kepala Keluarga

- 11 Desember 2020, 13:40 WIB
Kolase Photo Rocky Gerung (kiri), dan Joko Widodo (kanan)
Kolase Photo Rocky Gerung (kiri), dan Joko Widodo (kanan) /Kolase dari YouTube dan Setkab.go.id

Suarahalmahera - Pengamat Politik Rocky Gerung menyoroti kesuksesan anak dan menantu Presiden Joko Widodo dalam Pilkada serentak 2020.

Hasil hitung cepat atau quick count, Gibran Rakabuming Raka bersama pasangannya berhasil unggul dengan perolehan suara 85,07 di pilkada Kota Solo.

Sedangkan menantu Jokowi, Bobby Nasution bersama Aulia Rachman dinyatakan unggul berdasarkan quick count dengan perolehan suara 55,1 dalam pilkada Kota Medan.

Baca Juga: Rocky Gerung: Partai Wong Cilik Merampok Hak Wong Cilik

Baca Juga: Refli Harun Bandingkan Danny Pomanto Dengan Ferdina Hutahean Soal Kasus Chaplin

Kabar Bahagia keluarga Jokowi ini menurut Rocky Gerung sebagai dua peristiwa yang kontras dengan adanya berita insiden penembakan 6 anggota Laskar Pembela Islam oleh polisi beberapa waktu lalu.

"Ini hari hak asasi yang kita peringati secara tragis, karena ada korban di dua hari sebelum hari HAM. Tapi sekaligus kita lihat kontrasnya, ada yang berbahagia karena dua kepala daerah baru ada di dalam satu keluarga, yaitu keluarga Presiden Jokowi," kata Rocky Gerung, yang dikutip dari tayangan kanal YouTube Rocky Gerung Official, Kamis, 10 Desember 2020. Dikutip Suarahalmahera dari Pikiran Rakyat Bekasi.

Karena menurutnya, kedua peristiwa tersebut sangat kontras terlihat di tengah masyarakat.

"Jadi kita lihat ada dua peristiwa yang kontras, peristiwa di KM 50 dan ada kegembiraan politik di Istana. Nah ini sebetulnya paradoks kita," kata Rocky Gerung.

Karena unggulnya Gibran dan Bobby dalam Pilkada serentak, Rocky Gerung mengatakan bahwa banyak pihak yang menilai Presiden Joko Widodo lebih berhasil menjalankan tugasnya sebagai kepala keluarga yang baik.

"Orang menganggap Jokowi telah berhasil menjadi kepala keluarga yang baik, yaitu mampu mengurus keluarganya, sehingga kekuasaan bisa diwariskan," sentil Rocky Gerung.

Akan tetapi, tak sedikit pula yang menilai Jokowi telah gagal menjalankan tugasnya sebagai kepala negara yang baik untuk rakyatnya.

" Tetapi kesimpulan saya di hari HAM, dia gagal sebagai kepala negara, karena sampai sekarang tidak ada ucapan tentang peristiwa KM 50," ucap Rocky Gerung.

Walau demikian, Rocky tetap memberikan apresiasi atas kemampuan Jokowi yang mampu menempatkan anggota keluarganya di bangku kekuasaan.

"Saya apresiasi kemampuan Pak Jokowi, dia sukses mengakumulasi kekuasaan, tetapi gagal mendistribusi keadilan. Jadi mesti ada yang diapresiasi dan depresiasi," kata Rocky Gerung.

Artikel ini telah ditayangkan di Pikiran-Rakyat.Bekasi.com dengan judul : Gibran-Bobby Unggul, Rocky Gerung: Dia Berhasil Jadi Kepala Keluarga, Tapi Gagal Jadi Kepala Negara

Bahkan Rocky Gerung sang pngamat politik itu pun menganjurkan kepada kedua presiden sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Megawati Soekarnoputri, untuk mempelajari keahlian Jokowi tersebut.

"Pak SBY dan Ibu Mega, mereka gagal karena tidak berhasil menempatkan anggota keluarganya ketika masih berkuasa. Jadi mereka mesti belajar dari keahlian Pak Jokowi," ujar Rocky Gerung..***

Editor: Firmansyah Usman

Sumber: Pikiran Rakyat Bekasi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah