Bersama Polisi Kamboja, KBRI Phnom Phen Selamatkan 34 WNI dari Sekapan Perusahaan Scam Online

11 Desember 2022, 19:00 WIB
Korban WNI disekap dapat dibebaskan oleh KBRI dan Kepolisian Kamboja. /F. WARTA SAMBAS RAYA/PRMN

Suara Halmahera - Kabar gembira mengenai pengusutan kasus penipuan perekrutan tenaga kerja online yang melibatkan Warga Negara Indonesia (WNI) sebagai korban di Kamboja akhirnya terdengar.

Dilansir dari Pikiran Rakyat, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh per 11 Desember 2022, 34 WNI yang menjadi korban tersebut akhirnya berhasil dan diselamatkan.

KBRI yang diketahui bekerja sama dengan kepolisian Kamboja, akhirnya membebaskan 34 WNI yang disekap di sebuah perusahaan online scam di Poipet, Kamboja.

Baca Juga: Sejuta Pekerja Belum Ambil BSU, PT. Pos Indonesia Himbau Segera Klaim Sebelum Tanggal 20 Desember ini

Kasus WNI menjadi korban perusahaan online scam di Kamboja terus meningkat. Sejak 2020 hingga Oktober 2022, tercatat 679 WNI berhasil diselamatkan dan dipulangkan.

Namun kasus baru terus bermunculan. Melalui Pikiran Rakyat, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha ungkapkan perlu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai modus penipuan tersebut.

"Diperlukan langkah tegas untuk pencegahan sejak dari hulu oleh pihak-pihak terkait di Indonesia termasuk pemerintah daerah. Pencegahan tersebut antara lain dengan memastikan keberangkatan pekerja migran sesuai prosedur dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai modus penipuan kerja ke luar negeri melalui jaringan sosial media," ucap Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha, Sabtu, 10 Desember 2022.

Baca Juga: Tsunami 34 Meter Akibat Gempa Megathrust Ancam Maluku Utara

Untuk diketahui, Pada 8 Desember 2022, KBRI Phnom Penh menerima pengaduan dari salah satu WNI yang mewakili 34 pekerja Indonesia tersebut.

KBRI segera berkoordinasi dengan otoritas setempat. Pada 9 Desember 2022, 34 WNI itu telah berhasil diselamatkan oleh pihak berwenang Kamboja.

Mereka saat ini berada di kantor kepolisian Poipet dan sedang menjalani wawancara untuk proses penyelidikan. Proses tersebut diperkirakan selesai dalam waktu satu minggu, sebelum mereka diserahkan kepada KBRI Phnom Penh untuk proses repatriasi.

Baca Juga: Nonton Drama Connect, 5 Pilihan Murah Langganan Disney Hotstar

Dilansir dari Antara, Judha turut mengungkapkan jika 34 WNI yang menjadi korban tersebut mayoritas berasal dari Sulawesi Utara.***

Editor: Mohamad Rizky Djaba

Sumber: Pikiran Rakyat ANTARA

Tags

Terkini

Terpopuler